Website Resmi LDII Kabupaten Malang
Wednesday April 23rd 2014

Pemuda LDII Berikan Bantuan ke Pengungsi dan Baksos di Ngantang

 

1939440_823216101028760_1405981031_n

Bantuan Sumbangan Berupa pakaian dan uang Tunai dari Pemuda LDII Malang disampaikan kepada koordinator posko pengungsi di Desa Baturejo Ngantang

Ngantang – Erupsi Gunung Kelud yang berdampak puluhan ribu warga harus mengungsi, mengundang empati Pemuda LDII Kota Malang untuk menggelar bakti sosial dan memberikan bantuan  ke pengungsi Gunung Kelud.

Pemuda LDII yang diwakili beberapa pengurus dan pengurus forum kepemudaan LDII seperti Forkom, FP LDII menuju Ngantang guna melakukan bakti sosial, Minggu (23/2/2014).

Kegiatan sosial ini dipimpin  Ketua Pemuda LDII, Ahmad Jupri yang berangkat dari Pondok Pesantren Muflichun pada Minggu (23/2/2014). Mereka menuju ke Ngantang tepatnya di Desa Baturejo dengan membawa beberapa mobil dan mobil bak terbuka yang  mengangkut barang bantuan keperluan pengungsi.

“Bahan-bahan kebutuhan makanan, pakaian dan uang ini akan kita berikan kepada pengungsi yang ada di desa Baturejo kecamatan Ngantang,” kata Ahmad Jupri, sebelum berangkat ke Ngantang.

Menurut Jupri, semua bahan makanan, pakaian, uang itu merupakan sumbangan yang diberikan oleh anggota Pemuda LDII se-Malang. Pemuda LDII sebelumnya membuka posko Pemuda LDII Bencana Gunung Kelud.

“Dari hasil pengumpulan sumbangan yang ada itulah, semuanya kita kirimkan lewat kegiatan bakti sosial ini,” ucap Jupri. By: (sisc@)

 

DPD LDII Kab. Malang Berikan Bantuan untuk Pengungsi Kelud

Drs. H.M. Soetrisno dan Wakil Bendahara Ir. Supardi Kusno mewakili menyerahkan sumbangan kepada warga Kec. Ngntang dan Pujon.

Batu  –  Sebagai tindakan tanggap bencana atas letusan Gunung Kelud yang masih terus berlangsung di Kediri tepatnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. DPD LDII Kabupaten Malang melalui Sekertaris LDII Kab Malang. Drs. H.M. Soetrisno, S.Kom memberi bantuan kepada pengungsi bencana gunung Kelud.
Bantuan disalurkan langsung kepada pengungsi yang berada di posko LDII yang ada di Batu.

Bantuan dari DPD LDII Kabupaten Malang disalurkan Minggu (16/2) di posko pengungsi yang didirikan oleh DPD LDII Kota Batu .

Bantuan yang diberikan berupa bahan makanan dan uang dan setelah pasca bencana nanti akan menyumbang pembangunan rumah pengungsi yang rusak.

Penanggung jawab posko LDII di batu mengucapkan terima kasih atas kepedulian DPD LDII Kabupaten Malang kepada pengungsi gunung Kelud. “Bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi pengungsi,” kata Adi.

b

Sekertaris LDII Kab Malang. Drs. H.M. Soetrisno, S.Kom foto bersama para qurban di penggungsian

Sedangkan  Soetrisno berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban pengungsi. Selain memberikan bantuan ke posko Soetrisno juga langsung menyapa para pengungsi yang berada di posko tersebut. (sisc@)

PC LDII Lawang Mengadakan Silahturrahim Dengan NU Lawang

images

Dalam rangka mempererat tali silaturrahim dan meningkatkan sosialisasi kiprah LDII di tengah masyarakat, Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Lawang, pada tanggal 15 Oktober  2013 beberapa bulan yang lalu, mengadakan acara silahturrahim di masjid Al Furqon – Lawang.

Acara Silahturrahim yang dihadiri oleh warga setempat dan warga LDII dimulai sejak sore hari. Ketua Ranting NU Lawang, Profesor DR Ir Nur Basuki, juga tampak hadir bersama dengan kapolsek Lawang, serta beberapa undangan lainnya, termasuk  ketua  LPMD, Kasum, ketua Rt dan RW setempat, termasuk seluruh pengurus dari PC LDII Lawang.

Dalam sambutannya, Ketua PC LDII Lawang, Heru, menjelaskan bahwa organisasi LDII tidak bersifat eksklusif dan  terbuka untuk umum. Aksi itu diwujudkan dengan melaksanakan qurban dan pebagian daging bersama dan digelarnya acara syukuran dan doa yang ditempatkan di masjid Al Furqon.

Acara silahturrahim kali ini adalah yang ketiga kalinya pada tahun 2013. Prosesi acara dimulai dengan sambutan dari ketua PC LDII Lawang Heri dan disambung dengan sambutan dari ketua NU ranting Lawang. Acara diakhiri  dengan acara ramah tamah  bersama di dalam masjid dengan menu sate dan gule kambing.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua RW 8 turut berterima kasih telah melaksanakan kurban bersama. “Kami sangat senang bisa melaksanakan kurban bersama dengan warga LDII, harapan kami adalah semoga kerjasama ini bisa berlanjut untuk tahun selanjutnya,” ujarnya.

 

Mengeruk Sukses dari Tutup Kepala

DUNIA bisnis di Indonesia terus menggeliat, seolah tidak mempedulikan situasi politik dan peristiwa Bom Mega Kuningan. Untuk itu perlu bagi para pelaku bisnis untuk menyusun strategi handal. Menurut Simon Jonatan, seorang Konsultan Marketing, dalam acara Founder’s Day di Ciputra World Jakarta Marketing Gallery beberapa waktu lalu, untuk memenangi pasar dalam dunia yang terus berubah setidaknya ada empat kunci sukses. Keempat kunci tersebut adalah:

 

Pertama, awareness. Yang termasuk dalam poin ini adalah iklan yang gencar untuk membangkitkan kesadaran terhadap produk tersebut bagi konsumen. Kedua, attractiveness, apakah produk kita menarik. Harus ada sesuatu yang berbeda dibandingkan produk lain yang diproduksi kompetitor. Ketiga, availability, apakah produk juga dilengkapi oleh ketersediaan yang menunjung. Misalnya, produk rumah dilengkapi dengan akses yang mudah dan strategis. Kemudian yang keempat adalah affordability, yaitu untuk menarik konsumen, penjualan produk disertai dengan berbagai macam potongan harga maupun kredit ringan.

 usahatopi

Lain lagi tips sukses bisnis yang diberikan Anwar Fadilah. Pengusaha topi asal Bandung yang kini menetap di Malang Jawa Timur ini kepada Nuansa mengatakan, kalau ingin sukses berusaha atau berbisnis harus memenuhi syarat agama dan syarat dunia. Nah loh. Apaan tuh?

Syarat agama, contohnya modal bukan berasal sumber yang haram, umpama riba. Barang yang diperdagangkan juga bukan barang yang dilarang agama maupun pemerintah, misal jual narkoba atau miras. Tidak menipu. Dll. Adapun syarat dunia, memenuhi kaidah berbinis atau manajemen yang benar. “Jadi harus bener, kurup, janji,” kata Anwar.

 

Anwar Fadilah, anak nomor 4 dari 8 bersaudara kelahiran Bandung 14 September 1971 ini berdagang topi sejak tahun 1991 di Kota Malang Jawa Timur. Awal merintis usaha topi, suami dari Tutik Aliyawati ini memulai dengan keliling dari pasar ke pasar tidak hanya di Malang, tetapi sampai ke Jember, Situbondo, dan Lumajang dengan cara dimasukkan ke toko-toko grosir.
Kenapa topi yang menjadi pilihan? “Karena ayah saya, Ikin Sadikin (Bandung) adalah pengusaha topi. Saya melihat peluangnya bagus. Kena
pa tidak? Akhirnya saya teruskan, saya kembangkan,” katanya. Dari usaha topi ini, sekarang Anwar Fadilah dapat meraup untung bersih per bulan tidak kurang dari 20% dari omset rata-rata Rp 250 juta.

 

Dari keberhasilan ini ke depan dia akan terus mengembangkan usahanya. Antara lain membuka cabang-cabang baru baik di Jawa maupun luar Jawa. Disamping itu, Anwar masih punya obsesi untuk bisa belanja topi langsung ke China untuk dipasarkan di dalam negeri. “Kalau kita bisa belanja ke sana, kita bisa melempar ke mana-mana. Tapi ini masih ada kendala soal bahasa,” tuturnya. Nah, ada peluang bisnis nih. Hayo, siapa yang pandai bahasa China… Inyong arep tumbas kupluk laaah… Hah, itu sih bahasa Tegal! //**

 

 

Tausiyah MUI LDII BERPARADIKMA BARU

IMG_2042

MUI Kab. Malang KH. Mahmud Zubaidi sedang memberikan tausiyahnya

Untuk menghilangkan imej negatif yang sering dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu terhadap LDII, ketua DPD LDII Kabupaten Malang pada minggu 20 Maret 2011  menggelar pengajian umum dengan mengundang langsung tokoh ulama dari MUI Kab. Malang KH. Mahmud Zubaidi,Untuk mengklarifikasi keberadaan LDII di Kab.Malang dalam sebuah acara pengajian umum.

Hadir juga tokoh ulama MUI yang ada ditingkat kecamatan diantaranya: M.Rusdi dari kecamatan Tirtoyudo, Kodar Syafar dari Dampit, M.Zaenuri dari Bantur, H.Ramadhon dari Turen dan Mahfudin dari Bangkal, H. Ali dari Gondanglegi, H. Achmad Wadzen.SE ketua MWC NU Gondanglegi, Mislan ketua BPD Turen, Sureri sebagai Babinsa dari Turen dan Qomar Babinsa dari Bantur dan tokoh masyarakat serta beberapa penjabat pemerintahan setingkat kelurahan.

Sedangkan undangan dari pihak LDII adalah pengurus DPD LDII Kab. Malang, serta semua ketua PC dan PAC LDII se-Kabupaten Malang, serta warga LDII.
KH. Mahmud Zubaidi yang didaulat memberikan tausiyah, menyinggung masalah tentang mewujudkan kerukunan inter dan antar umat beragama.dan berpesan ada 3 tetangga yang harus dihormati yaitui:
  • Tetangga yang tidak seagama
  • Tetangga yang seagama
  • Tetangga yang seagama dan masih saudara
“Meskipun berbeda agama supaya tetap rukun, urusan agama sendiri-sendiri tapi untuk urusan keamanan, ketertiban, masalah ekonomi supaya bisa bekerja sama dengan baik,” ujarnya lagi.
Dan dalam penutupan tausyahnya ketua MUI mengatakan bahwa LDII bukan aliran sesat seperti yang dihemuskan oleh pihak lain, LDII sekarang sudah berparadikma baru, dan yang paling utama LDII sudah kembali ke qur`an dan sunnah nabi Muhammad, dan memiliki satu nabi yaitu nabi Muhammat.
Diharapkan kedepannya LDII bisa rukun dan kompak dengan masyarakat sekitar diungkapkan dengan peribahasa ” Makan gak makan seng penting kumpul mompong durung perung“. artinya: makan tidak makan yang penting bisa berkumpul bersama sebelum ajal datang.

# Sumber: http://pacmalang.blogspot.com

 

MUI Kunjungi Masjid LDII Sumberpucung

DSC_0681
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Kecamatan Sumber Pucung, Bapak Drs. K.H. Mansur Achmad, M.BA ketika memberikan tausiyah (nasehat agama) kepada kader LDII
Sabtu, 09 juli 2011, bertempat di salah satu Masjid LDII di Kecamatan Sumber Pucung, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat kacamatan di Sumber Pucung, Bapak Drs. K.H. Mansur Achmad, M.BA berkenan memberikan tausiyah (nasehat agama) kepada kader LDII. Tausiyah ini disampaikan dalam rangkaian Silahturrohim bersama yang diselenggarakan oleh  Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Sumber pucung.
Hadir pada acara tersebut hadir pula segenap pengurus LDII tingkat PC dan Ketua DPD LDII Kabupaten Malang
DSC_0688
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat kacamatan di Sumber Pucung, Bapak Drs. K.H. Mansur Achmad, M.BA berfoto bersama dengan Ketua DPD  LDII  Kabupaten Malang di dampingi pengurus PC LDII Sumber Pucung.
# Sumber: http://pacmalang.blogspot.com

Pengajian Umum Oleh MUI

IMG_0132

Pengajian umum yang diadakan oleh pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di PC Karangploso pada hari minggu 15 Muharrom 1433 H dengan mengundang ketua MUI kecamatan Karangploso KH.Solokin Rozim  ( Paling tengah).Pengajian ini diadakan guna memperingati 1 Muharrom.Dengan mengangkat tema ” Kita Wujudkan Manusia Yang Profesionalisme Dan Relegius”

Tujuan

A. TUJUAN

Sesuai dengan visi, misi, tugas pokok dan fungsinya, maka tujuan LDII adalah:

“Meningkatkan kualitas peradaban, hidup, harkat dan martabat kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta turut serta dalam pembangunan manusia Indonesia sutuhnya, yang dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa guna terwujudnya masyarakat madani yang demokratis dan berkeadilan sosial berdasarkan Pancasila, yang diridhoi Allah Subhanahu Wa ta’ala.”

 

B. SASARAN

Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, maka ditetapkan sasaran sebagai berikut:

1. Meningkatnya kegiatan dakwah Islam secara merata di seluruh tanah air;

2. Meningkatnya kualitas hidup masyarakat Islam secara merata;

3. Meningkatnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Islam secara merata;

4. Meningkatnya kualitas sumberdaya manusia masyarakat Islami;

5. Meningkatnya partisipasi masyarakat Islam dalam berbagai program pembangunan bangsa dan negara;

6. Meningkatnya kerukunan beragama dan kesetia-kawanan sosial.

 

C. INDIKATOR

Indikator dari masing-masing sasaran sebagai ukuran pencapaian antara lain:

1. Indikator meningkatnya kegiatan dakwah Islam secara merata di seluruh tanah air;

2. Indikator meningkatnya kualitas hidup masyarakat Islam secara merata;

3. Indikator meningkatnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Islam secara merata;

4. Indikator meningkatnya kualitas sumberdaya manusia masyarakat Islami;

5. Indikator meningkatnya partisipasi masyarakat Islam dalam berbagai program pembangunan bangsa dan negara;

6. Indikator meningkatnya kerukunan beragama dan kesetia-kawanan sosial.

Visi dan Misi

A. VISI:

Untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi, Lembaga Dakwah Islam Indonesia mempunyai Visi sebagai berikut:

“Menjadi organisasi dakwah Islam yang profesional dan berwawasan luas, mampu membangun potensi insani dalam mewujudkan manusia Indonesia yang melaksanakan ibadah kepada Allah, menjalankan tugas sebagai hamba Allah untuk memakmurkan bumi dan membangun masyarakat madani yang kompetitif berbasis kejujuran, amanah, hemat, dan kerja keras, rukun, kompak, dan dapat bekerjasama yang baik”

B. MISI:

Sejalan dengan visi organisasi tersebut, maka misi Lembaga Dakwah Islam Indonesia adalah:

“Memberikan konstribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara melalui dakwah, pengkajian, pemahaman dan penerapan ajaran Islam yang dilakukan secara menyeluruh, berkesinambungan dan terintegrasi sesuai peran, posisi, tanggung jawab profesi sebagai komponen bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”

C. STRATEGI

Untuk pencapaian MISI LDII tersebut akan dilakukan dengan Strateji sebagai berikut:

[1] Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia dan meningkatkan kualitas sumberdaya pembangunan yang memiliki etos kerja produktif dan professional, yang memiliki kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berwawasan lingkungan, dan berkemampuan manajemen;

[2] Memberdayakan dan menggerakkan potensi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kemampuan untuk beramal sholih melakukan pengabdian masyarakat di bidang sosial budaya, ekonomi dan politik;

[3] Menumbuhkembangkan kegiatan usaha dan kegiatan kewirausahaan dalam rangka pembenahan ekonomi umat sesuai tuntutan kebutuhan, baik pada sektor formal maupun informal melalui usaha bersama dan usaha koperasi, serta bentuk badan usaha lain;

[4] Mendorong pembangunan masyarakat madani [civil society] yang kompetitif, dengan tetap mengembangkan sikap persaudaraan [ukhuwwah] sesama umat manusia, komunitas muslim, serta bangsa dan negara, sikap kepekaan dan kesetiakawanan sosial, dan sikap terhadap peningkatan kesadaran hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta membangun dan memperkuat karakter bangsa;

[5] Meningkatkan advokasi, penyadaran dan pemberdayaan masyarakat tentang pentingnya supremasi hukum, kewajiban azasi manusia [KAM], hak azasi manusia [HAM], dan tanggung-jawab azasi manusia [TAM] serta penanggulangan terhadap ancaman kepentinganpublik dan perusakan lingkungan

[6] Meningkatkan advokasi, penyadaran dan pemberdayaan masyarakat tentang pentingnya supremasi hukum, kewajiban azasi manusia [KAM], hak azasi manusia [HAM], dan tanggung-jawab azasi manusia [TAM] serta penanggulangan terhadap ancaman kepentinganpublik dan perusakan lingkungan

Bocah LDII Terbaik Dalam MTQ XXV Jawa Timur 2012

fahim-bin-kholil

Muhammad Fahim Zakky Musthofa bin Muhammad Kholil Asy’ari asal Kediri Jawa Timur memang masih tergolong cabe rawit atau anak belia. Namun di usianya Fahim bukan bocah sembarangan. Terlahir di lingkungan santri, selama 6 (enam) tahun tinggal di Saudi Arabia, ia terbiasa dididik ayahnya yang juga merupakan salah satu anggota Majelis Taujih Wal Irsyad Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ini untuk mencintai al Quran. Di kala teman sebayanya sibuk bermain game, ia mengorbankan waktunya untuk berlatih menghafal al Quran.  Konon Fahim mampu menghafal 2 (dua) lembar mushaf al Quran per hari.

Sebagaimana dikutip dari koran Radar Kediri, Tanggal 25 Juni 2013 lalu, bocah yang saat ini duduk di kelas IV Sekolah Dasar 3 Banjaran, Kediri, Jawa Timur mendapat gelar juara pertama Lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXV se-Jawa Timur. Bersaing dengan puluhan peserta MTQ lainnya, ia tidak merasa canggung bahkan sangat antusias. Ketika ditanya mengenai kemampuannya dari sisi hafalan, ternyata ia mengaku punya “pantangan” juga.
“Saya tidak boleh terlalu banyak makan es, sambal, dan gorengan. Supaya punya nafas kuat dan suara yang baik,” katanya seraya menjelaskan alasannya dengan malu-malu.
Semua anak pasti memiliki cita-citanya sendiri. Tidak terkecuali bagi Fahim yang bercita-cita kepingin menjadi ulama. Meski dituntut menghafal al Quran, ternyata prestasi akademik Fahim tidak anjlok. Ia masih menempati peringkat 10 besar di sekolahnya.
Bagi ayahnya, Kholil Asy’ari, mempunyai anak ahli al Quran yang sholih dan punya keahlian agama adalah harta yang tak ternilai harganya. Sebab al Quran merupakan bekal baginya untuk kehidupan yang akan datang. Dengan memahami isinya, seorang anak yangk kelak menjadi pemimpin, maka akan menjadi pemimpin yang betul-betul bisa membawa keberkahan, adil dan menyejahterakan rakyat.
“Jika pun menjadi rakyat biasa nantinya, diharapkan tetap bisa menjadi rakyat biasa yang akhlaknya terpuji dan mampu menjadi contoh baik di kalangan masyarakat”, tutupnya.//** (gB/G)
 Page 1 of 4  1  2  3  4 »

Latest Topics

Pemuda LDII Berikan Bantuan ke Pengungsi dan Baksos di Ngantang

Pemuda LDII Berikan Bantuan ke Pengungsi dan Baksos di Ngantang

  Bantuan Sumbangan Berupa pakaian dan uang Tunai dari Pemuda LDII Malang disampaikan kepada koordinator posko [Read More]

DPD LDII Kab. Malang Berikan Bantuan untuk Pengungsi Kelud

DPD LDII Kab. Malang Berikan Bantuan untuk Pengungsi Kelud

Drs. H.M. Soetrisno dan Wakil Bendahara Ir. Supardi Kusno mewakili menyerahkan sumbangan kepada warga Kec. Ngntang dan [Read More]

PC LDII Lawang Mengadakan Silahturrahim Dengan NU Lawang

PC LDII Lawang Mengadakan Silahturrahim Dengan NU Lawang

Dalam rangka mempererat tali silaturrahim dan meningkatkan sosialisasi kiprah LDII di tengah masyarakat, Pimpinan [Read More]

Mengeruk Sukses dari Tutup Kepala

Mengeruk Sukses dari Tutup Kepala

DUNIA bisnis di Indonesia terus menggeliat, seolah tidak mempedulikan situasi politik dan peristiwa Bom Mega Kuningan. [Read More]

Tausiyah MUI LDII BERPARADIKMA BARU

Tausiyah MUI LDII BERPARADIKMA BARU

MUI Kab. Malang KH. Mahmud Zubaidi sedang memberikan tausiyahnya Untuk menghilangkan imej negatif yang sering [Read More]

Insider

Archives